Lagi BPBD Bojonegoro Terima Laporan Kebakaran Palsu
Selasa, 02 Februari 2016 09:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
Kota - Untuk yang kesekian kalinya, pada hari Senin (01/02) kemarin malam, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, kembali menerima laporan kebakaran palsu. Laporan kebakaran palsu ini adalah laporan kebakaran palsu yang pertama yang diterima di tahun 2016 ini, sementara selama kurun waktu tahun 2015 setidaknya ada 3 kali laporan kebakaran palsu yang diterima BPBD Bojonegoro.
Sebagaimana di sampaikan oleh Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bojonegoro, Sukirno, laporan kebakaran palsu terjadi lagi pada hari Senin (01/02) sekitar pukul 19.55 WIB kemarin malam. Petugas Piket Pusdalops BPBD Bojonegoro menerima telepon dari seseorang yang mengaku bernama Eko, dengan nomor telepon seluler 085257674952, beralamatkan di Desa Sidodadi Kecamatan Sukosewu.
" Begitu menerima laporan, BPBD langsung mengirimkan 2 unit Mobil Pemadam Kebakaran berikut petugas, menuju lokasi kebakaran yang diinformasikan oleh warga tersebut " jelas Sukirno kepada BBC (BeritaBojonegoro.com).
Namun apa yang terjadi, ketika mobil pemadam kebakaran sampai di lokasi kebakaran sesuai yang diinformasikan oleh warga tersebut, yaitu Desa Sidodadi Kecamatan Sukosewu, petugas pemadam kebakaran tidak menemukan adanya peristiwa kebakaran. Petugas telah menanyakan kepada warga sekitar termasuk kepada pamong desa setempat, namun jawabannya sama, di Desa Sidodadi Kecamatan Sukosewu pada Senin malam kemarin, tidak terjadi kebakaran.
Lebih lanjut Sukirno menjelaskan, selama tahun 2015 setidaknya juga telah terjadi 3 laporan kebakaran palsu.
Laporan kebakaran palsu yang pertama diterima diawal tahun 2015, Sukirno lupa tanggal tepatnya, berdasarkan informasi dari warga melalui telepon disampaikan bahwa telah terjadi kebakaran di sekitar kampung ternak Desa Sukowati Kecamatan Kapas.
Selanjutnya laporan kebakaran palsu yang kedua diterima pada bulan Agustus 2015, Sukirno juga lupa tanggal pastinya, yang menginformasikan bahwa telah terjadi kebakaran di SMPN 4 Desa Mulyoagung Kecamatan Bojonegoro Kota.
Sedangakan laporan kebakaran palsu yang ketiga terjadi pada tanggal 1 September 2015, dari seorang warga Desa Ngablak Kecamatan Dander yang tidak menybutkan namanya, dengan nomor telepon 085335666232, yang menginformasikan kepada BPBD Bojonegoro bahwa telah terjadi kebakaran di Desa Ngablak Kecamatan Dander.
Secara terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Andik Sujarwo menjelaskan bahwa, ketika petugas menerima laporan dari warga terkait terjadinya musibah kebakaran, tidak mungkin petugas harus memastikan dulu benar atau tidak laporan tersebut. Setiap ada laporan, petugas harus tetap siaga.
"Begita ada laporan, kami catat nama pelapor dan dimana lokasi kejadian, selanjutnya tim langsung berangkat ke lokasi," jelas Andik Sujarwo.
Melalui media ini Andik Sujarwo mengimbau kepada warga masyarakat Bojonegoro, agar jangan sekali-kali memberikan laporan kebakaran palsu, karena hal tersebut dapat mengganggu tugas tim pemadam kebakaran, selain itu pemberi laporan palsu, dapat dilaporkan pada pihak kepolisian sebagai tindak pidana. (mol/inc)





































