LKPJ Bupati dalam Rapat Paripurna DPRD
Bupati: Pertumbuhan Ekonomi Bojonegoro pada 2015 Capai 13,37 Persen
Senin, 07 Maret 2016 18:00 WIBOleh Betty Aulia
Oleh Betty Aulia
Kota - Bupati Bojonegoro Drs Suyoto MSi menyampaikan nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) akhir Tahun 2015. Pengantar LKPJ itu disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Bojonegoro, Senin (07/03) siang.
Penyampaian LKPJ akhir tahun anggaran merupakan agenda konstitusional tahunan. Sebagai pelapor adalah pihak eksekutif sebagai penyelenggara pemerintahan. Pihak eksekutif melalui LKPJ menyampaikan progres pembangunan kepada pihak legislatif atau DPRD. Maksudnya untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan akuntabilitas pemerintah daerah.
“Bojonegoro memiliki spirit utama yang menjadi dasar pelaksanaan pembangunan, yaitu terwujudnya sustainable development. Pembangunan ini berorientasi pada pemenuhan kebutuhan manusia melalui pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana, efisien, dan memperhatikan keberlangsungan pemanfaatannya, baik untuk generasi masa kini maupun generasi yang akan datang," tutur Bupati Suyoto di hadapan anggota dewan.
Bupati menjelaskan, sesuai Peraturan Pemerintah (PP) No.3 Tahun 2007, LKPJ merupakan satu kewajiban kepala daerah untuk melaporkan pencapaian kinerjanya dalam penjalankan pemerintahan. Pembangunan di tahun 2015 menunjukkan keberhasilan yang signifikan dan mengalami berbagai progres peningkatan di berbagai bidang.
"Adapun indikator kinerja utamanya, yaitu pertumbuhan ekonomi tahun 2015 dengan migas sebesar 13,37 persen. Pertumbuhan itu mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun 2014 yang hanya sebesar 2,36 persen," jelasnya.
Menurutnya, peningkatan pertumbuhan ekonomi disebabkan adanya peningkatan produksi lifting migas mencapai 40 persen. Selain itu juga tingkat inflasi 2,91 yang relatif rendah akibat adanya penurunan harga BBM. Kemudian NTP sebesar 106,15 persen, meningkat dibanding tahun 2014 sebesar 103,03 persen.
Ditambah pula, angka IPM sebesar 65,95 persen, mengalami peningkatan dari tahun 2014 yang 65,27 persen. Tingkat pengangguran terbuka juga cukup rendah 3,10 persen. Tingkat kemiskinan terus menurun 13,98 persen, disebabkan masyarakat Bojonegoro telah mampu berkarya dan semakin produktif.
“Semoga generasi yang akan datang dapat menikmati keberadaan migas di kabupaten ini. Tidak menjadikan keberadaan migas sebagai sumber musibah,” tandas Suyoto. (ety/tap)





































