Rapat Koordinasi Daerah FHK2I di Bojonegoro
Agar Diangkat PNS, Guru Honorer Harus Bangkit dan Bersatu
Minggu, 27 Maret 2016 22:00 WIBOleh Betty Aulia
Oleh Betty Aulia
Kota - Dewan Pengurus Daerah (DPD) Forum Honorer Kategori 2 Indonesia (FHK2I) Kabupaten Bojonegoro, Minggu (27/03), menyelenggarakan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) di Gedung Serbaguna, Jalan KH Mas Mansyur, Kota Bojonegoro. Rakorda diikuti sekitar 2.000 guru honorer.
Bahkan hadir pula perwakilan DPP dan DPW FHK2I, serta guru honorer dari 12 kabupaten di Jawa Timur, seperti Sumenep, Sampang, Pamekasan, Bangkalan, Sidoarjo, Surabaya, Mojokerto, Gresik, Jombang, Tuban, dan Bojonegoro sendiri. Selain itu tampak hadir anggota DPR RI Pusat Komisi II Atria Dahlan, PB PGRI Pusat Didi, Wakil Bupati Setyo Hartono, dan DPRD Bojonegoro Komisi A Dony Bayu Setyawan.
M Nurhasyim, selaku penangungg jawab kegiatan tersebut, mengungkapkan kepada beritabojonegoro.com (BBC), kegiatan rakorda digelar bertujuan untuk memberitahukan kepada seluruh guru honorer mengenai jumlah guru honorer yang mencapai 1.430 orang di Kabupaten Bojonegoro. Selain itu juga membangkitkan semangat para guru honorer senantiasa mengabdi kepada negeri.
"Dengan adanya kegiatan ini diharapkan para guru honorer tidak merasa kecewa dengan keadaan yang ada, dan agar terus bersemangat dalam mendidik," ujarnya.
Nurhasyim menambahkan, bagi guru honorer tetap akan mendapatkan tunjangan setiap bulannya. Selain itu pengangkatan untuk guru honorer akan berlangsung selama 2 tahun ke depan. Dan, pada 2018 dari 1.430 guru honorer bakal diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
"Rencananya ke depan ini semua guru honorer akan diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil, namun secara bertahap dalam 2 tahun," ungkapnya.
Dia juga mendesak, semoga kesejahteraan guru honorer semakin ditingkatkan. Paling tidak, minimal tunjangannya mendekati UMR di Bojonegoro.
Menurut pantauan BBC, acara rakorda mampu memberikan informasi bagi seluruh guru honorer yang ada. Terbukti peserta yang hadir tampak antusias mengikuti acara tersebut.
Seorang guru honorer peserta Rakorda, Alfa (45), mengharapkan, agar pemerintah segera mengangkat guru honorer yang sudah mengabdi selama puluhan tahun. "Ya, semoga segera menemukan titik terang, Mbak, bagi guru-guru honorer seperti saya ini, " harapnya. (ety/tap)





































