Kang Yoto: Ada 3 Pilar dalam Membangun Desa
Jumat, 08 April 2016 17:00 WIBOleh Vera Astanti
Oleh Vera Astanti
Kota - Mengelola pemerintahan di tengah tuntutan masyarakat, bukan perkara mudah. Belum lagi jika harus berbenturan dengan berbagai pihak, seperti legislatif, LSM dan sebagainya. Namun dengan mengedepankan konsep bahagia, semua menjadi terasa indah dan permasalahan bisa diselesaikan tanpa saling merugikan.
"Pemerintahan harus hadir sebagai pelindung, pengemban amanat rakyat dan melayani, mencerahkan serta memberdayakan. Umpatan dan makian anggaplah sebagai motivasi. Inilah fungsi melayani dan mendengarkan apa yang disampaikan rakyat," pesan Bupati Bojonegoro Drs Suyoto MSi di hadapan peserta pembinaan aparatur desa di Kecamatan Bubulan, Kamis (07/04) kemarin.
Kang Yoto, panggilan akrab Bupati Bojonegoro, menegaskan, ada 3 pilar dalam membangun desa. Pertama, percaya dengan kekuatan dan kemampuan diri sendiri. Kedua, memahami masalah pada masing-masing desa, kemudian menentukan solusi atas permasalahan yang terjadi. Ketiga, mendahulukan semangat memberi jangan meminta.
"Dengan memberi inilah kita mampu berbuat banyak untuk masyarakat, namun jika hanya meminta kita tak akan merasa puas. Sinergi ini harus seimbang dan diutamakan semangat memberi untuk kemajuan desa," tuturnya.
Bupati mencontohkan, bagaimana masyarakat Bojonegoro yang sering melontarkan protes keras secara langsung maupun lewat pesan singkat. Menurutnya, mereka protes karena belum tahu dan informasi yang didapat baru setengah. Setelah dijelaskan akhirnya mereka juga bisa memahami.
"Seorang pimpinan tak hanya menyelesaikan masalah birokrasi dan pembangunan, tetapi juga menjadi pelampiasan atas masalah pribadi warga. Dengan konsep menerima bahagia, semua itu menjadi hal positif untuk membangun daerah," ujar Bupati. (ver/tap)





































