Volume Sampah Naik, Kapasitas Mesin Pengolah Sampah Perlu Ditambah
Senin, 18 April 2016 13:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
Kota - Persoalan sampah terus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Sebab, volume sampah per hari cenderung mengalami peningkatan, seiring bertambahnya jumlah penduduk. Saat ini volume sampah di wilayah Kota Bojonegoro mencapai 250 meter kubik setiap hari.
Menurut Sekretaris Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Bojonegoro Bowo Sasmito, volume sampah di wilayah kota cenderung mengalami peningkatan. Selain karena bertambahnya jumlah penduduk, juga berkurangnya masyarakat yang membakar sampah.
"Tapi yang menarik, sampah sekarang kebanyakan sampah organik. Sampah plastik saat ini mengalami penurunan, mungkin karena ada peraturan tentang kantong plastik berbayar. Dari 250 meter kubik sampah per hari, 35 persennya sampah non organik atau sampah plastik," ungkapnya kepada beritabojonegoro.com (BBC), Senin (18/04).
Melihat perkembangan volume dan jenis sampah itu, pihak Dinas Kebersihan dan Pertamanan mulai menyiapkan penambahan kapasitas dan jumlah alat pengolah sampah. Terutama untuk sampah jenis organik, akan dioptimalkan pengolahannya menjadi pupuk kompos. Sementara untuk sampah non organik atau sampah berbahan plastik diolah menjadi bahan bakar minyak (BBM).
"Lokasi pengolahan sampah tetap dilakukan di TPA Dusun Kalisari, Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk," ujarnya.
Selain melakukan upaya teknis, seperti menambah kapasistas mesin pengolah sampah, imbuh Bowo, pihaknya juga menggiatkan upaya edukatif. Upaya edukatif ini di antaranya dengan menyelenggarakan pelatihan tentang pengolahan sampah rumah tangga. "Hampir tiap minggu ada beberapa instansi dan sekolah yang berkunjung ke TPA Kalisari. Mereka belajar bagaimana mengolah sampah yang benar," pungkasnya. (mol/tap)
*) Foto mesin pengolah sampah di TPA Banjarsari





































