Komisi C Minta Dinas Pendidikan Persiapkan UN Tingkat SMP
Senin, 18 April 2016 16:00 WIBOleh Betty Aulia
Oleh Betty Aulia
Kota - Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro, Senin (18/04) siang, mengadakan rapat dengar pendapat (hearing) dengan Dinas Pendidikan setempat. Dalam rapat yang digelar di ruang rapat gedung DPRD Bojonegoro ini dibicarakan tentang evaluasi Ujian Nasional (UN) yang telah dilakukan dan mempersiapkan UN tingkat SMP sederajat. Selain itu juga disinggung mengenai kesejahteraan guru honorer.
Rapat dengar pendapat itu dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro Hanafi beserta beberapa stafnya, dan empat anggota Komisi C DPRD Bojonegoro.
Pada kesempatan tersebut, Kafrawi SE, salah satu anggota Komisi C, menyampaikan, Dinas Pendidikan dalam melaksanakan UN tingkat SMA dinilai memiliki progress yang sangat baik. Selanjutnya adalah menyiapkan UN tingkat SMP sederajat yang digelar pada 9 Mei mendatang. "Diharapkan nantinya progress yang sangat baik ini bisa dipertahankan dan dipadukan dengan program-program positif lainnya," ujarnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro Hanafi, mengungkapkan, persiapan untuk UN tingkat SMP sederajat sudah dilakukan secara matang. Pihaknya juga mempersiapkan cara menanggulangi adanya kebocoran kunci jawaban. "Tapi sebenarnya kebocoran kunci jawaban itu tidak ada, semua itu hanya isu saja," ungkapnya.
Sebagai antisipasi mencegah bocornya kunci jawaban, Dinas Pendidikan telah memperketat penjagaan naskah soal dan kunci jawaban UN. Tentunya bekerja sama dengan pihak Polres Bojonegoro. "Dan rencananya setiap satu sekolah akan dikawal satu polisi dari Polres Bojonegoro," ujar Hanafi.
Selain itu, imbuhnya, Dinas Pendidikan juga telah mengadakan pembekalan kepada seluruh kepala sekolah di Bojonegoro. Tujuannya agar Ujian Nasional dapat berjalan baik, jujur, dan tidak muncul isu kebocoran kunci jawaban.
"Kami telah mengadakan pembekalan bagi kepala sekolah di wilayah Bojonegoro, khususnya mengenai naskah Ujian Nasional. Kami berharap Ujian Nasional kali ini tidak ada isu mengenai kebocoran kunci jawaban," pungkasnya. (ety/tap)





































