Pemkab Bojonegoro Jadikan Desa Bendo Sebagai Kampung KB
Sabtu, 23 April 2016 18:00 WIBOleh Piping Dian Permadi
Oleh Piping Dian Permadi
Kota - Pemerintah Kabupaten Bojongoro berencana menjadikan Desa Bendo, Kecamatan Kapas, sebagai Kampung Keluarga Berencana (KB). Rencananya Kampung KB tersebut akan dilaunching pada 2 Mei mendatang oleh Bupati Bojonegoro Drs Suyoto MSi.
Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Dr Hj Anik Yuliarsih MSi, mengungkapkan, pemilihan Desa Bendo sebagai Kampung KB karena kondisi kemiskinan yang membelit di desa tersebut. Angka kemiskinan di desa ini tergolong tinggi dibanding desa lainnya di Bojonegoro.
"Program pencanangan Kampung KB ini, diharapkan mampu menyentuh masyarakat di tingkat desa sampai dusun," ujarnya kepada beritabojonegoro.com, Jumat (22/04) kemarin.
Menurut Anik, Kampung KB itu merupakan konsep terpadu antara program Keluarga Berencana dengan program pembangunan lainnya, seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan sebagainya. "Dari sisi ekonomi ini yang kami maksudkan adalah pertumbuhan konomi di wilayah pedesaan, di antaranya dengan memaksimalkan program-program pertanian, perikanan, kehutanan, peternakan dan lainnya," tuturnya.
Pada dasarnya yang menjadi sasaran pada program Kampung KB ini adalah keluarga. Terdiri dari unsur-unsur keluarga, seperti bapak, ibu yang menjadi pasangan usia subur, dan anak-anak yang akan menjadi generasi penerus.
"Pencanangan Kampung KB di tingkat pusat telah dicanangkan pada tanggal 14 Februari 2016 oleh Presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo di Cirebon, dan bebarengan dengan pencanangan di tingkat Provinsi Jawa Timur yang dilaksanakan di Desa Mojosari, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang," jelas Anik.
Selanjutnya, imbuhnya, hal tersebut diikuti dengan pencanangan Kampung KB di tingkat Kabupaten dan Kota di seluruh wilayah Indonesia. (pin/tap)





































