Menjaga Kerukunan Perguruan Pencak Silat di Kepohbaru
Kapolsek Ajak Pimpinan Perguruan Silat dan Muspika Turun ke Desa-Desa
Senin, 23 Mei 2016 19:30 WIBOleh Humas Polres Bojonegoro
Oleh Humas Polres Bojonegoro
Kepohbaru - Berbagai cara dan upaya dilakukan oleh Polsek Kepohbaru Resor Bojonegoro untuk membuat situasi wilayah Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, menjadi lebih aman. Seperti pada Senin (23/05) pagi, di halaman rumah M Arifin, mantan Kepala Desa Brangkal, dilaksanakan sosialisasi pembekalan kepada komponen masyarakat pimpinan dan anggota pencak silat seluruh Kecamatan Kepohbaru.
Kapolsek Kepohbaru AKP Yasimbang yang menjadi narasumber dalam silaturahim dengan komponen masyarakat dan pimpinan pencak silat di wilayah Kecamatan Kepohbaru, menyampaikan, beberapa materi di antaranya situasi secara umum Polsek Kepohbaru serta peran tugas dan tanggung jawab kepolisian sebagai pembina keamanan, ketertiban, dan penegakan hukum.
"Di wilayah Polsek Kepohbaru sendiri ada 4 perguruan pencak silat, yaitu SH Terate, Pagar Nusa, IKSPI Kera Sakti dan ML (Margoluyu). Untuk menciptakan kerukunan di antara perguruan silat itu, rencana ke depan para pimpinan perguruan pencak silat yang ada dan Muspika akan melaksanakan turun ke bawah (Turba) di desa-desa dalam rangka pembinaan kepada seluruh anggota lembaga pencak silat yang ada," ungkap AKP Yasimbang.
Menurut Yasimbang peran Bhabinkamtibmas dengan 3 pilar sebagai basis deteksi, basis solusi dalam menghadapi perkembangan situasi di desa sangat diperlukan. Disamping peran dari 3 pilar di Kepohbaru menjadi 4 pilar karena tambahan peran para ulama juga sangat dibutuhkan sebagai kendali warga masyarakat.
Selama ini ada tiga hal yang menjadi penyebab terjadinya perkelahian antara perguruan silat di wilayah Kecamatan Kepohbaru. Pertama, karena sumber daya manusia dan pendidikan yang rendah. Kedua, kurangnya pengawasan kepada anggota yang dilakukan oleh para pimpinan perguruan pencak silat. Ketiga, anggota perguruan pencak silat terutama yang pemula masih belum memiliki kemampuan etika dan sopan santun.
"Ini semua sebagai penyebab timbulnya perselisihan di antara perguruan pencak silat yang ada," ujarnya.
Pada akhir paparannya, Kapolsek menyampaikan kepada seluruh peserta undangan bahwa setiap perbuatan kejahatan yang melanggar hukum tidak ada yang membawa atau mengikutsertakan perguruan pencak silat. Tetapi penegakan hukum dilakukan kepada siapa saja yang melakukan kejahatan pelanggaran itu sendiri. (myd/tap)





































