Seminar Kebangkitan Perempuan Bojonegoro
Sekda Minta Kaum Perempuan Tingkatkan Peran di Masyarakat
Selasa, 31 Mei 2016 14:00 WIBOleh Vera Astanti
Oleh Vera Astanti
Kota - Perempuan adalah sosok luar biasa. Tak sekadar istri, ibu atau pun anak, namun perempuan memiliki kekuatan yang tak bisa dipandang sebelah mata. Salah satu sosok perempuan luar biasa di tanah air adalah Raden Ajeng Kartini yang memprakarsai gerakan emansipasi wanita dan menginspirasi seluruh wanita Indonesia dari masa ke masa.
Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Bojonegoro Drs Soehadi Moeljono MM saat membuka Seminar Kebangkitan Perempuan Bojonegoro di Pendapa Malowopati Kabupaten Bojonegoro, Selasa (31/05) pagi.
Kegiatan seminar ini dalam rangka percepatan pengarusutamaan gender dan pengembangan Kabupaten Layak Anak yang diselenggarakan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Bojonegoro. Hadir sebagai narasumber Ketua DPRD Bojonegoro Hj Mitro'atin, Dr Askan SpOg, dan Nanang Abdul Chanan dari Child Ministry Officer World Vision Indonesia Surabaya.
"Angka kekerasan dan traficking perempuan dan anak masih tinggi, kesenjangan pendidikan juga masih tinggi. Peran perempuan adalah yang membawa kita semua dan lembaga bisa bangkit, sehingga Bojonegoro menjadi daerah yan baik dan layak," ujarnya.
Soehadi Moeljono berharap, setelah adanya seminar perlu diikuti perbaikan. Minimal organisasi wanita melakukan upaya dan evaluasi serta terjun langsung di lapangan untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak. "Kematian ibu sampai akhir Mei di Bojonegoro ada 12 kasus," ungkapnya.
Tugas ke depan, angka kematian ibu dan anak harus ditekan seminimal mungkin. Menekan angka ini, salah satu sinergi yang tepat adalah dengan meningkatkan peran perempuan. Angka peran aktif perempuan tidak berbeda jauh dengan kaum Laki-laki. Secara formal peran perempuan masih harus ditingkatkan dengan tanpa meninggalkan kodrat sebagai wanita.
"Kepada BPPKB, kami harapkan membuat formulasi yang tepat sehingga setelah seminar bisa membawa dampak positif," katanya.
Saat ini pemerintah tengah membangun revolusi mental. Jika dikaitkan dengan kondisi sekarang ini peran ibu makin kompleks ditengah gencarnya arus globalisasi media. Orang tua harus memantau tontonan anak-anak, utamanya televisi sehingga tak berdampak pada perkembangan buah hati. (ver/tap)












































.md.jpg)






