Tahun 2018, Pemkab Gelontorkan Rp 40 Miliar Dana Migas Untuk Beasiswa
Kamis, 23 Juni 2016 16:00 WIBOleh Nasruli Chusna
Oleh Nasruli Chusna
Kota - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mulai menyadari bahwa besarnya dana perimbangan dari sektor migas tidaklah kekal. Karena itu, sekarang penggunaan dana tersebut lebih diprioritaskan untuk pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Buktinya, dana itu sebagian besar dibelanjakan untuk beasiswa anak sekolah di Bojonegoro. Sejak 2015, besaran alokasinya terus ditambah. Hingga nanti 2018, beasiswa dari dana migas ini dianggarkan sampai Rp 40 miliar.
Hal ini seperti disampaikan Bupati Bojonegoro Drs Suyoto MSi saat acara dialog publik di Universitas Bojonegoro (Unigoro), Rabu (22/06) sore kemarin. Acara ini juga dihadiri Ketua Komnas HAM Imdadin Rahmat. Dialog publik mengangkat tema, Potensi Kerawanan Sosial di Sekitar Daerah Penghasil Migas.
Pada kesempatan itu Kang Yoto, sapaan akrabnya, juga menyampaikan beberapa langkah yang ditempuh agar tidak terkena kutukan sumber daya alam berupa kandungan energi migas, yang melimpah di Bojonegoro. Setidaknya ada 6 langkah strategi yang ditempuh Pemkab.
"Yang sangat mungkin kita lakukan adalah belanja pada sektor SDM," tandas Kang Yoto menjelaskan.
Politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu juga mengingatkan bahwa pendapatan dari sektor migas sangat terpengaruh pada naik turunnya harga minyak dunia. Namun demikian dia tidak menampik bahwa pembangunan infrastruktur juga sangat penting. (rul/tap)












































.md.jpg)






