World Bank Tertarik Desentralisasi Bojonegoro
Kamis, 04 Agustus 2016 07:00 WIBOleh Heriyanto
Oleh Heriyanto
Kota – Tim dari World Bank mengunjungi Bojonegoro, Rabu (03/08) kemarin. Kedatangannya diterima langsung oleh Bupati Bojonegoro, Suyoto atau biasa disapa Kang Yoto bersama jajaran kepala SKPD di rumah dinas.
Khaty Whimp selaku Senior Public Sector Specialist Government Global Practice (GGP) Bank Dunia menjelaskan maksud kedatangannya. “Yang pertama kami ingin belajar tentang beberapa hal yang baik tentang implementasi desentralisasi di Indonesia dalam hal ini adalah Bojonegoro. Dan yang kedua adalah ingin merefleksikan pelaksanaan Rapid Assesment and Action Plan To Improve Service Delivery Indonesia (RAAPid) yang pernah dilakukan di Bojonegoro beberapa waktu yang lalu,” ujarnya saat bertemu Kang Yoto.
Bank Dunia akan mempelajari tentang program unggulan pemerintah yaitu Gerakan Desa Sehat dan Cerdas (GDSC) berikut kebijakannya yang menyangkut soal penganggaran, keterlibatan partisipasi publik dalam pembangunan sampai pada transparansi sebagai perwujudan dari Open Government Partnership (OGP). Tim Bank Dunia sampai dengan 9 Agustus mendatang dengan melaksanakan peninjuan ke lapangan dan Focus Grups Discussion (FGD) bersama dengan SKPD yang menangani.
“Saya perintahkan kepada pimpinan SKPD untuk mengajak para staf nya untuk ikut dalam kegiatan ini,” kata Kang Yoto. Supaya para aparatur dapat memahami dari tingakatan paling atas sampai ke bawah untuk belajar bersama, sehingga masyarakat juga dapat memahami dan menerapkannya di lapangan. (her/kik)





































