APBD Turun, Pemkab Prioritaskan Dorong Produktifitas Masyarakat
Jumat, 25 November 2016 09:00 WIBOleh Piping Dian Permadi
Oleh Piping Dian Permadi
Bojonegoro Kota - Turunnya anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Bojonegoro tahun 2016 membuat Pemkab harus memilih prioritas lebih dalam penggunaan anggaran. Untuk itu Pemkab Bojonegoro akan fokus untuk menjalankan segala program prioritas yang mampu mendorong produktifitas masyarakat.
Turunya APBD tahun 2016 tidak lepas dari merosotnya penerimaan dana bagi hasil (DBH) migas pada tahun 2016 dari asumsi awal. Harga minyak dunia yang fluktuatif membuat Pemkab lebih berhati-hati dalam menentukan target pendapatan pada APBD tahun 2017.
Bupati Bojonegoro Drs H Suyoto Msi, mengatakan untuk menyiasati hal tersebut, kini Pemkab akan fokus terhadap segala hal yang mendorong produktifitas masyarakat. Pasalnya ketika masyarakat didorong untuk produktif maka kegiatan ekonomi akan bergerak positif.
"Ketika minyak turun begini untung kita sudah memodali bank kita (BPR), itu pentingnya, coba kalau gak ada, kita gak bisa menyalurkannya ke masyarakat," kata Kang Yoto, sapaan Suyoto, Jumat (24/11/2016).
Menurutnya paradigma terhadap pemerintah kabupaten saat ini harus diubah. Pemerintah yang dahulu Jadi tukang belanja dan menghabiskan anggaran, harus berubah menjadi fasilitator masyarakat.
Maka dari itu Kang Yoto menegaskan bahwa pentingnya Pemkab memiliki modal publik untuk membantu memfasilitasi masyarakat dengan mendorong ekonomi mereka. "Kalau tidak ada modal publik kita tidak bisa . Kita juga sudah lama investasi dibidang kesehatan, saatnya kita jualan jasa," ungkapnya.
"Kita menanam taman bugenvil itu tahun depan bisa kita jual untuk festival, intinya semua yang bisa mendorong produktivitas berdaya saing," pungkas Kang Yoto. (pin/kik)












































.md.jpg)






