News Ticker
  • Wakil Bupati Wisuda 2020 Santri TPQ se Kabupaten Blora
  • Peringati HKGB, Bhayangkari Cabang Bojonegoro Gelar Lomba Menghias Tumpeng
  • Tabrak Mobil Yang Hendak Belok, Pemotor di Margomulyo Bojonegoro Luka-Luka
  • Kurang Hati-Hati, Pikap Tabrak Motor di Balen Bojonegoro, Pengendara Motor Luka Berat
  • Terjatuh dan Terlindas Truk, Seorang Kenek di Dander Bojonegoro Meninggal Dunia
  • Warga Kerek Tuban Raup Puluhan Juta Rupiah dari Budidaya Jamur Tiram
  • Porprov Jateng, Novita Andriyani Sumbang Emas Pertama untuk Blora dari Half Maraton
  • Apel HJB ke 341, Bupati Bojonegoro Sampaikan 17 Program Prioritas Pembangunan
  • Persahabatan
  • Inilah Prosesi Kegiatan Menuju Grebeg Berkah Jonegaran, HJB ke 341
  • Grebeg Berkah Jonegaran, Puluhan Gunungan Diperebutkan Warga 
  • Bupati Pimpin Prosesi Penyemayaman Api Semangat di Pendapa Pemkab Bojonegoro
  • Kapolres Jadi Pembawa Obor Api Abadi, Peringatan Hari Jadi ke 341 Kabupaten Bojonegoro
  • Prosesi Pengambilan Api Abadi Peringatan HJB ke 341, di Lokasi Wisata Khayangan Api  
  • Kerugian Akibat Kebakaran Gudang Tembakau di Baureno Bojonegoro, Hampir Mencapai Rp 1 Miliar
  • Gudang Tembakau di Baureno Bojonegoro Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik
  • Bupati Bojonegoro Buka Jambore Pramuka Ranting Purwosari
  • 500 Pelajar di Bojonegoro Ikuti Kuliah Umum, Generasi Z dan Revolusi Industri 4.0
  • Mbah Karsini Kini Miliki Rumah Sendiri Yang Layak Huni
  • Cabor Aeromodelling pada Porprov Jateng 2018, Dilaksanakan di Bandara Ngloram Blora
Nikmati Kolam Renang Gratis Sepuasnya

Banjir Bengawan Solo

Nikmati Kolam Renang Gratis Sepuasnya

Oleh Vera Astanti

SELAMAT datang banjir! Itu tagline Bojonegoro ketika menghadapi banjir. Bahkan ada kampung khusus yang menyatakan menyukai kedatangan banjir, yaitu Jetak Suka Banjir. Tidak setengah-setengah dalam mengungkapkannya. Mereka membuat banner yang dipasang di gapura gang masuk.

Selama sepekan ini, Bojonegoro dilanda banjir dengan status Siaga Merah. Prediksi curah hujan yang cukup tinggi sampai akhir tahun ini rupanya memang terjadi. Pasalnya, setelah banjir besar 2007-2008 lalu, Bojonegoro hanya selalu mencapai batas Siaga Kuning.

Namun seminggu lalu ini membuat panik karena mencapai Siaga Merah. Akibatnya, ratusan rumah tenggelam, ribuan orang mengungsi dari rumahnya. Apakah lantas masyarakat Bojonegoro membenci banjir? Sepertinya tidak. Bahkan Pemkab sendiri malah mencanangkan adanya wisata banjir. Benarkah demikian?

Dua hari lalu, awak media beritabojonegoro.com menulusuri beberapa tempat yang terkena dampak luapan Sungai Bengawan Solo ini. Seluruhnya adalah masyarakat yang tinggal di dalam tanggul. Ketinggian air berbeda-beda tergantung tempatnya. Namun yang menarik adalah reaksi masyarakat yang terkena dampak tersebut.

Kami berkunjung di Kelurahan Banjarjo. Melewati jalan di sebelah barat Pasar Banjarejo kemudian berbelok ke Gang Masjid. Memarkir motor, dan berjalan menaiki tanggul. Di balik tanggul banjir sudah meluber menutupi jalan dan halaman rumah warga.

Beberapa meter dari jarak kami berdiri, anak-anak kecil hanya mengenakan kaos dalam berwarna putih tengah asyik bermain air banjir alias bluron. Mereka tidak peduli itu bencana. Mereka asyik dengan kegiatannya, berenang ke sana-kemari dan berekspresi gaya renang bebas dengan menggunakan ban.

Untuk warga yang lebih tua, berinisatif merakit perahu dari batang pohon pisang atau gedebok. Tiga gedebok pisang dijadikan satu dan di atasnya dikasih papan kayu atau triplek. Jadilah sarana penyeberangan.

Lalu, bagaimana menjalankannya? Ada anak-anak yang asyik bluron itu yang bertugas menarik perahu gedebok perlahan-lahan menuju tepi tanggul.

Tidak ketinggalan para ibu. Mereka juga menggunakan dua ban besar digandeng dengan kayu papan di atasnya. Kemudian duduk bersila dan mendayung, sehingga perahu ban bisa berjalan.

Ketika kami mencoba menaiki perahu rakit gedebok, terbesit rasa khawatir. Bagaimana kalau perahu terbalik. Kedalamannya memang cuma sekitar 50 centimeter, tetapi tentu membuat dandanan kami hancur.

Tetapi rupanya anak-anak tepi bengawan ini memang tahan banting. Mereka bisa menyeimbangkan perahu gedebok yang dinaiki orang dewasa.

Ada dua pengemudi, yang satu menarik gedebok, satunya lagi mendorong gedebok. Kami naik dan diajak keliling hingga ke tengah pemukiman. Dan kembali lagi ke tepi tanggul.

Perjalanan yang cukup bikin deg-degan. Karena kami menggantungkan nasib pada dua bocah itu. Saat melaju dengan perahu gedebok pisang itu, kami melihat anak-anak sangat menikmati banjir.

Tidak hanya di Banjarjo, kami juga melihat anak-anak di Kelurahan Ledok Kulon. Mereka juga berenang di kolam gratis sepuasnya. Tidak hanya anak SD, beberapa orang tua juga mengajak balita mereka berenang, dengan ban tentu saja. Meski hanya di tepian, kegembiraan terpancar dari wajah mereka.

Belum lagi pemandangan anak-anak sekolah di Desa Bogo Kecamatan Kapas. Mereka tampak berlomba mengayuh sepeda menerjang jalanan yang terendam banjir. Mereka berebut cepat sampai di daratan. Seperti berjalan di air, tentu lebih berat mengayuh sepeda di dalam air. Tetapi mereka menikmatinya.

Selamat datang banjir. Selamat menikmati kolam renang gratis sepuasnya! (ver/tap)

Berita Bojonegoro
Berita Terkait
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro

Teras

“Saya Ingin Selalu Memberi”

Kang Yoto, Mantan Bupati Bojonegoro

“Saya Ingin Selalu Memberi”

Oleh Muhammad Roqib Kang Yoto, mantan Bupati Bojonegoro dua periode yakni 2008 2013 dan 2013 2018, sungguh menikmati masa-masa senggangnya ...

Opini

Penegakan Hukum Terhadap Peredaran Rokok Ilegal

Penegakan Hukum Terhadap Peredaran Rokok Ilegal

*Oleh Budi Harjana PENGENDALIAN dan penegakan hukum yang tepat, dapat mencegah dan menanggulangi terjadinya peredaran rokok ilegal. Apa itu rokok ...

Quote

Persahabatan

Persahabatan

Oleh Dr Hj Sri Minarti, M.Pd.I Persahabatan menunjukkan perilaku dalam menjalin hubungan antara seorang dengan orang lain atau beberapa orang. ...

Sosok

Eny Kojiro, Perempuan Asal Bojonegoro yang Geluti Seni Menghias Tumpeng

Eny Kojiro, Perempuan Asal Bojonegoro yang Geluti Seni Menghias Tumpeng

Oleh Muliyanto Bojonegoro - Lobak, Timun, Batang, Sawi, Wortel dan aneka buah serta sayur ternyata tak hanya difungsikan menjadi sayur ...

Eksis

Warga Kerek Tuban Raup Puluhan Juta Rupiah dari Budidaya Jamur Tiram

Warga Kerek Tuban Raup Puluhan Juta Rupiah dari Budidaya Jamur Tiram

Oleh Achmad Junaidi Tuban (Kerek) Salah satu warga Desa Tlogowaru Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban, Darmaun (39), sukses menjadi pembudidaya jamur ...

Religi

Ternyata, Ada Fakta Hidup di Alam Fana Itu

Ternyata, Ada Fakta Hidup di Alam Fana Itu

*Oleh Roli Abdul Rokhman SAg MPdI Saudaraku, sadarilah...! Selama kita masih suka mengagungkan harta, maka diri kita pasti akan mengalami ...

Berita Foto

Inilah Prosesi Kegiatan Menuju Grebeg Berkah Jonegaran, HJB ke 341

Berita Foto

Inilah Prosesi Kegiatan Menuju Grebeg Berkah Jonegaran, HJB ke 341

Oleh Imam Nurcahyo Bojonegoro - Rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke 341 tahun 2018, telah dilaksanakan pada Jumat ...

Feature

Udek, Tradisi Unik Masyarakat Desa Turigede Kecamatan Kepohbaru, Bojonegoro

Udek, Tradisi Unik Masyarakat Desa Turigede Kecamatan Kepohbaru, Bojonegoro

Oleh Muliyanto Bojonegoro (Kepohbaru) - Lain ladang, lain belalang. lain lubuk, lain ikannya. barangkali ibarat pepatah itulah yang dilakukan masyarakat ...

Resensi

Alice in Cheongdam Dong 2

Alice in Cheongdam Dong 2

Oleh Delfariza Amaliya Penulis : Ahn Jae Kyung Penerjemah : Dwita Rizki Nientyas Tahun : 2014 Penerbit : Qanita, PT ...

Pelesir

Bukit Kunci, Jadi Destinasi Wisata Baru di Blora

Bukit Kunci, Jadi Destinasi Wisata Baru di Blora

Oleh Priyo Spd Blora - Sibuknya aktivitas selama sepekan terkadang membuat badan ini lelah dan butuh penyegaran berwisata atau berkunjung ...

Statistik

Hari ini

1.266 kunjungan

2.043 halaman dibuka

65 pengunjung online

Bulan ini

71.971 kunjungan

128.097 halaman dibuka

Tahun ini

1.096.080 kunjungan

1.925.421 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 605.332

Indonesia: 9.552

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015