News Ticker
  • Naik Motor Sambil Gunakan HP, Pelajar di Kalitidu Bojonegoro Tabrak Truk Parkir
  • Bupati Bojonegoro Hadiri Puncak Peringatan HPN di Dander
  • Kapolres Bojonegoro Pimpin Serah Terima Jabatan Kapolsek Kalitidu
  • Seorang Warga di Temayang Bojonegoro, Meninggal Dunia Disambar Petir
  • Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Bupati Bojonegoro Lakukan Pembinaan Tenaga Pendidik
  • Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Blora Gelar Pesta Siaga
  • Bupati Bojonegoro Serahkan Sertifikat Program PTSL di Desa Ngraho Kecamatan Gayam
  • Peduli
  • Pegawai dan Warga Binaan Rutan Blora Jalani Tes Urine
  • Wakil Bupati Bojonegoro Hadiri Rakernas dan Launching Gerakan Indonesia Bersih
  • Seorang Buruh Tani Warga Trucuk Bojonegoro, Meninggal Dunia Disambar Petir
  • Pengadilan Negeri Blora Deklarasikan Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM
  • Peringati HPSN, Polres Blora Kerja Bhakti di TPA
  • Peringati HPSN, Kapolres Bojonegoro Ajak Masyarakat Peduli Sampah
  • Terjerat Kasus Hukum, Kepala Desa Sukosewu Bojonegoro Diisi Pejabat Sementara
  • Bupati Bojonegoro Sosialisasikan Program Kampung KB di Kasiman
  • Dua Unit Rumah Milik Warga Soko Tuban, Ludes Terbakar
  • Polres Bersama DLH Bojonegoro Bersih-Bersih Sampah di Bantaran Sungai Bengawan Solo
  • Jelang Pemilu, Polres Blora Gelar Simulasi Sispamkota
  • Bupati Bojonegoro Laksanakan Pembinaan Gerakan Koperasi Aktif di Kasiman
  • Diduga Serangan Jantung, Warga Ngraho Bojonegoro Ditemukan Meninggal Dunia di Emperan Toko
  • Kunjungan Kerja di Bojonegoro, Wagub Jatim  Susuri Aliran Sungai Bengawan Solo
  • Kunjungi SMK 5 Bojonegoro, Wagub Jatim Sosialisasi Millenial Job Center
  • Wakil Gubernur Jawa Timur Lakukan Kunjungan Kerja Pertama di Bojonegoro
  • Menjadi Pelajar Cerdas dan Berkarakter dalam Penghargaan LCC MIPA Bojonegoro 2019

Kak Rhoma, Sang Raja Dangdut yang Tak Punya Pewaris Tahta

Oleh Muliyanto

HARI ini adalah hari ulang tahun Rhoma Irama. Tahu Rhoma Irama kan?

Oke, kalau Anda tahu, tapi jangan buru-buru meninggalkan tulisan ini. Rhoma Irama adalah raja dangdut yang hingga saat ini belum menemukan pewaris tahtanya. Sebagai pecinta musik dangdut yang malu-malu (sebab di luar mengaku pecinta jazz, namun hati kecil tertambat pada dangdut), sudah sepatutnya saya mengucapkan selamat ulang tahun pada pria bernama asli Irama itu. Bicara dangdut mana mungkin kita meninggalkan namanya. Durhaka nanti jadinya. Sebab dialah yang menjadikan dan mempopulerkan musik dangdut.

Ya, nama aslinya hanya Irama saja. Majalah Tempo pernah menurunkan memoar penyanyi brewok ini dalam sebuah tulisan yang enak. Di situ disebut, namanya adalah Irama saja. Ibunya yang memanggilnya Oma, semacam panggilan sayang. Lalu sepulang dari berangkat haji ke baitullah, dia dipanggil Raden Haji Oma Irama. RH Oma Irama susah menyebutnya, jadilah Rhoma Irama.

Namanya saja sudah irama, berhubungan dengan musik. Pantas saja. Lha wong dalam nama tersemat doa. Jadilah Irama menjadi seorang penyanyi besar di Indonesia. Pendiri madzhab dangdut. Publik kemudian menjulukinya sebagai raja dangdut.

Saya tidak ingin menulis terlampau dalam dan jauh mengenai sosok ini, sebab khawatir akan masuk di wilayah-wilayah yang sensitif (capres 2014, poligami, goyang ngebor, dan sebagainya). Saya hanya ingin menggaris bawahi bahwa kita sudah layaknya bergembira dengan keberadaan dan perjuangan Kak Rhoma.

Coba lihat, batapa bahagianya massa yang berkumpul dalam konser dangdut. Betapa damainya lagu-lagu dangdut. Beda dengan musik pop yang kadang membuat orang ingin mbrebes mili.

Kak Rhoma (saya sebut demikian agar lebih akrab) pernah datang ke Bojonegoro beberapa tahun lalu (2013), menghadiri undangan Gus Huda, pengasuh Pondok Pesantren al-Rosyid. Gus Huda memang satu dari sekian masyarakat yang gemar dan suka Rhoma Irama. Saya pernah mewawancarai Gus Huda untuk rubrik sosok media ini (BBC), dan di hadapan saya dia nyanyi lagunya Rhoma.

Baca Rhoma Irama dan Islam yang Tidak Memukul

Kenapa saya tiba-tiba mengingat Kak Rhoma, sebab saat mendengar lagu dangdut saat ini rasanya nelangsa. Dangdut bukan lagi tampil sebagai musik yang membangkitkan semangat dan rasa gembira sebagaimana dahulu seperti saat bendera dangdut Kak Rhoma masih berkibar. Namun dangdut saat ini seperti menjadi media menjajakan tubuh dan erotisme. Penyanyi dangdut saat ini lebih suka dan menikmati goyang tak beraturan yang memamerkan bagian tubuh yang semestinya tak perlu dipertontonkan di muka banyak orang. Suaranya? Jangan tanya.

Barangkali saya terlalu baper. Terlalu subjektif. Barangkali semua orang tidak mempermasalahkannya. Entah kalau begitu. Saya hanya merasa eman melihat apa yang dibangun Rhoma Irama sudah porak poranda. Kata orang pintar, jasmerah; jangan sekali-kali melupakan sejarah. Mungkin kita tak tahu sejarah dangdut di Indonesia. Yang kita tahu adalah Kak Rhoma saat ini yang pendiri sekaligus ketua partai politik, dan bakal calon presiden 2014 lalu, daripada seorang revoluioner musik Indonesia. Serius saya bilang revolusioner. Sebab dangdut adalah baru. Sebelum Kak Rhoma tidak ada dangdut. Yang ada adalah orkes melayu yang selalu dikucilkan dan dipandang nyinyir oleh kaum rocker. Orkes melayu adalah musik kelas bawah. Kak Rhoma berontak itu. Dia ingin agar rocker tak lagi menganggap orkes melayu sebagai musik yang hina. Pada akhirnya, Kak Rhoma memadukan orkes melayu dengan rock. Maka akhirnya perjuangannya tuntas ketika lahirlah musik dangdut yang di masa sebelumnya belum populer dengan sebutan itu.

Selamat ulang tahun, Kak Rhoma. Kau adalah ksatria bergitar yang tiada duanya. Cukup engkau saja si raja dangdut. Lagipula, sepertinya kau tak lagi memiliki kerajaan. Kerajaanmu telah runtuh. Dan kau sudah turun gunung menjadi politisi. Ah!

Foto Rhoma: rolingstone.co.id

Berita Terkait

Videotorial

Festival Banyu Urip 2018, Destinasi Wisata Hiburan di Bojonegoro

Festival Banyu Urip 2018, Destinasi Wisata Hiburan di Bojonegoro

Oleh Imam Nurcahyo Bojonegoro - Ribuan warga memadati jalan-jalan, warung-warung dan lapangan sepakbola Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro saat digelar perhelatan ...

Teras

Gantung Diri, Tanggung Jawab Siapa?

Gantung Diri, Tanggung Jawab Siapa?

Kejadian bunuh diri atau gantung diri di wilayah Kabupaten Bojonegoro selama tahun 2018, menunjukkan angka yang relatif cukup tinggi. Lantas ...

Opini

Lukman Wafi: Saya Mengundurkan Diri Sebagai Ketua KONI Bojonegoro

Lukman Wafi: Saya Mengundurkan Diri Sebagai Ketua KONI Bojonegoro

"Dengan ini saya Lukman Wafi, menyatakan mengundurkan diri sebagai ketua KONI Kabupaten Bojonegoro, periode 2015 - 2019." PERTAMA, Begitu saya ...

Quote

Peduli

Peduli

Peduli memiliki arti suatu sikap keberpihakan untuk melibatkan diri dalam persoalan keadaan, situasi atau kondisi di sekitar. Manusia yang memiliki ...

Sosok

Sari Koeswoyo, Antara Seorang Ibu dan Pelaku Seni

Sosok

Sari Koeswoyo, Antara Seorang Ibu dan Pelaku Seni

Oleh Muliyanto Tanggal 22 Desember, diperingati sebagai Hari Ibu. Hari di mana perempuan-perempuan Indonesia menyelenggarakan Kongres Perempuan Pertama pada 22 ...

Eksis

Sepasang Kakak-Adik di Blora Ciptakan Lampu Emergency Hemat Listrik

Sepasang Kakak-Adik di Blora Ciptakan Lampu Emergency Hemat Listrik

Oleh Priyo Spd Blora- Sering terjadinya listrik padam di wilayah Blora, membuat sepasang kakak-adik, warga Kelurahan Jetis Kecamatan Blora, menciptakan ...

Religi

Hukum Nikah Sirri

Hukum Nikah Sirri

*Oleh Drs H Sholikin Jamik SH MHes. Istilah nikah sirri atau nikah yang dirahasiakan memang dikenal di kalangan para ulama, ...

Infotorial

Ibu Inspiratif, Mengubah “Limbah” Menjadi Berkah

Ibu Inspiratif, Mengubah “Limbah” Menjadi Berkah

Oleh Imam Nurcahyo Ngaisah namanya. Perempuan kelahiran 44 tahun lalu ini ibu rumah tangga biasa, layaknya perempuan desa di sekitarnya. ...

Berita Foto

Festival Perahu Hias, Bengawan Solo Bojonegoro

Festival Perahu Hias, Bengawan Solo Bojonegoro

Festival Perahu Hias merupakan rangkaian dari Festival Bengawan Bojonegoro 2018, digelar Minggu, 30 Desember 2018. Festival Bengawan Bojonegoro 2018, digelar ...

Feature

Budidaya Jamur Jenggel Jagung di Blora Terkendala Pemasaran

Budidaya Jamur Jenggel Jagung di Blora Terkendala Pemasaran

Blora- Usaha budidaya jamur janggel (bonggol) jagung yang dilakukan warga Dusun Mojo Kulon Desa Banjarejo Kecamatan Banjerejo Kabupaten Blora, Jawa ...

Resensi

Alice in Cheongdam Dong 2

Alice in Cheongdam Dong 2

Oleh Delfariza Amaliya Penulis : Ahn Jae Kyung Penerjemah : Dwita Rizki Nientyas Tahun : 2014 Penerbit : Qanita, PT ...

Pelesir

Waduk Selo Parang di Blora Pikat Pengunjung Wisata

Waduk Selo Parang di Blora Pikat Pengunjung Wisata

Blora- Masyarakat Desa Tempel Lemahbang, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Jawa Tengah memanfaatkan kawasan waduk Selo Parang menjadi tempat wisata baru ...

Hiburan

Barista Asal Mojokerto Juarai Latte Art Battle di Bojonegoro

Barista Asal Mojokerto Juarai Latte Art Battle di Bojonegoro

Oleh Imam Nurcahyo Bojonegoro - Dalam partai final Latte Art Battle di KDS Toserba Bojonegoro yang digelar pada Sabtu (01/12/2018) ...

Statistik

Hari ini

4.078 kunjungan

6.340 halaman dibuka

145 pengunjung online

Bulan ini

163.299 kunjungan

265.437 halaman dibuka

Tahun ini

349.575 kunjungan

583.212 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 722.605

Indonesia: 10.904

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015