News Ticker
  • Diduga Akibat Korsleting Listrik, Gudang Kayu di Sukorejo, Bojonegoro Kota, Terbakar
  • Dukung Pelayanan KB Sejuta Akseptor, Pemkab Bojonegoro Gelar Pelayanan KB MOW
  • Tekan Penyebaran COVID-19, Polres Bojonegoro Kembali Perketat PPKM Skala Mikro
  • Menengok Keberhasilan Budidaya Jeruk Siam di Desa Tulungrejo, Trucuk, Bojonegoro
  • Kasus COVID-19 di Blora Meningkat, Pembuat Peti Mati Kebanjiran Pesanan
  • Sat Lantas Polres Blora Tindak 55 Motor dengan Knalpot Brong
  • Rumah Milik Warga Padangan, Bojonegoro, Terbakar, Kerugian Capai Rp 30 Juta
  • Akhir Tahun 2021, Bojonegoro Siap Menjadi Kabupaten ODF
  • Peringati Hari Bhayangkara, Polres Bojonegoro Gelar Vaksinasi Corona Massal
  • Berkunjung ke Blora, Danrem 073 Makutarama Pantau Penanganan COVID-19
  • Kasus COVID-19 di Bojonegoro Meningkat, Petugas Gabungan Laksanakan Penyemprotan Disinfektan
  • Blora Masuk Zona Merah COVID-19, Kapolres dan Dandim Minta Masyarakat Disiplin Protokol Kesehatan
  • Inovasi Pelayanan Publik RSUD dr Sosodoro Bojonegoro Masuk Finalis Top 99 di Kemenpan RB
  • Tingkatkan Minat Baca Anak, Polres Bojonegoro Launching 'Motor Pintar Anak Tangguh Semeru'
  • Batu Getar yang Diviralkan Ditemukan di Bojonegoro, Ternyata Ditemukan di Jember
  • Hendak Putar Balik, Motor Tertabrak Mobil Pikap di Tuban, Pengendara Motor Tewas di TKP
  • Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa Lantik Bupati dan Wakil Bupati Tuban
  • Inilah Juara Turnamen Esports Kabupaten Bojonegoro 2021
  • Baru Terbentuk, Cabang Olahraga Esports Bojonegoro Gelar Turnamen Perdana
  • Bupati Bojonegoro Terbitkan Surat Edaran Imbauan Pembatasan Kegiatan Masyarakat
  • Petani di Desa Kunci, Dander, Bojonegoro Keluhkan Harga Gabah yang Terus Anjlok
  • Gandeng Perguruan Silat, Polres Bojonegoro Gelar Deklarasi 'Pendekar Lawan COVID-19'
  • Bupati Blora Minta Rumah Sakit Jangan Tolak Pasien COVID-19 dengan Alasan Penuh
  • Wakil Bupati Bojonegoro Minta Dilakukan Sinkronisasi Data Pasien Positif COVID-19

Cacatan Akhir Tahun 2016

Membaca Fenomena "Om Telolet Om" yang Mendunia

Oleh Vera Astanti

SEKUMPULAN remaja dan anak-anak berdiri di pinggir jalan sambil membawa selembar kertas. Mereka begitu gembira. Lebih girang lagi ketika mereka melihat ada bus berjalan mendekat yang akan lewat di hadapan mereka.

Mereka bersiap. Sebagian mengangkat kertas dan memamerkannya ke bus. Yang lain ada yang sibuk dengan kamera. Ada yang berdiri sambil kepala mereka nengok kek arah bus akan datang. Ketika bus tersebut mulai mendekat, mereka berteriak sekuat tenaga mengucapkan teks pada kertas yang mereka bawa, "Om Telolet Om".

Iya, Om Telolet Om

Tiga kata ini menjadi tranding topik di beragam media sosial belakangan ini. Bahkan di twitter kata Om Telolet Om menjadi trending topik dunia. Tidak hanya orang Indonesia saja, tetapi orang luar juga penasaran dengan kata ini. 'What is mean om telolet om' cuit mereka di twitter. Bahkan, para DJ sampai membuat aransemen musik telolet. Dengan kemunculan para DJ ini, kata 'Om Telolet Om' semakin meluas dan menjadi demam baru. Sampai eksklusif berita tersebut tayang di televisi.

Sehingga kita tidak bakal merasa aneh ketika menemui anak-anak di lampu merah dan berteriak 'om telolet om' pada kendaraan yang lewat. Hal-hal sederhana seperti klakson bus 'telolet' tersebut menjadi bentuk hiburan tersendiri bagi mereka. Lihat saja beberapa video hasil rekaman berburu telolet tersebut. Adakah anak yang tidak gembira?

Sedang mereka terlihat bersorak, menari-nari ketika bus yang lewat di depan mereka membunyikan teloletnya. Bahagia sesederhana itu saja. Yang barangkali tidak akan pernah terpikirkan oleh mereka bahwa kesenangan mereka akan menjadi sebuah konspirasi politik. Beberapa tokoh politik tidak melewatkan kesempatan tersebut. Yang tentu saja, anak-anak itu tidak akan peduli. Mereka lebih senang berada di pinggir jalan dan menanti kedatangan "pacar bus" mereka di sana. Mereka merekam dan menguploadnya. Segitu saja, tidak ada hubungan untuk pedangkalan akidah atau semacamnya. Menyemarakkan dunia iya!

Bukan hanya anak-anak seperti mereka, bahkan polisi juga ada yang sampai larut dalam demam telolet ini. Terbukti dengan beredarnya video polisi dan polwan cantik di youtube. Om Telolet Om! 

Jauh sebelum kalimat Om Telolet Om itu menjadi viral seperti sekarang, beritabojonegoro.com (BBC) pernah memberitakan komunitas pecinta bus ini. Komunitas yang hobi merekam suara klakson bus ini telah ada sejak beberapa bulan lalu di Bojonegoro. Hasil rekaman itu kemudian mereka upload ke youtube atau akun media sosialnya. Itu saja.

Kita tahu, tentu saja itu hanyalah hobi belaka. Kini, setelah fenomena om telolet om mewabah, ternyata muncul suara-suara yang menyebutkan fenomena Om Telolet Om itu ajakan Yahudi dan lain sebagainya.

Kesenangan anak-anak untuk menikmati suara klakson bus dari Om Sopir ini dikaitkan dengan kata kafir dan yahudi. Sesensitif itukah kita terhadap yahudi dan kafir? Sehingga semuanya harus selalu dihubung-hubungkan?

Baca Cerita Anak-Anak Pemburu Telolet di Bojonegoro

Lantas apakah berburu telolet itu dilarang? Tidak ada yang melarang memang, tetapi keselamatan perlu diperhatikan. Seorang sopir pernah bercerita bahwa dirinya sangat kaget ketika ada seorang anak yang melompat di depan kendaraannya. Dia tentu aja harus menginjak rem kuat-kuat. Tanpa rasa bersalah anak itu meneriakkan om telolet om.

Tindakan yang tanpa pikir panjang itu tentu saja berpotensi membahayakan keselamatan banyak orang. Bukan hanya pemburu telolet, tetapi juga awak bus dan penumpang di dalamnya serta pengguna jalan yang lain. Kebanyakan anak-anak yang hanya mengikuti tren ini, bahkan masih usia SD. Saya pernah menemui mereka di perempatan Makam Mojokampung di hari om telolet berapa hari lalu, Selasa (20/12/2016) sekitar pukul 20.00 WIB.

Anak-anak yang seharusnya berada di rumah untuk belajar tersebut, sedang berdiri di perempatan sambil berteriak 'Om Telolet Om' pada setiap kendaraan roda empat atau lebih yang lewat di Jalan Basuki Rahmad tersebut. Mereka masih kecil, masih SD. Pertanyaan saya, kemanakah orangtuanya? 

Menyikapi fenomena Om telolet Om yang mendunia ini, Kapolres Bojonegoro bahkan memberikan imbauan khusus. "Untuk anak - anak dan masyarakat tidak usah mengikuti hal hal yang tidak bermanfaat. Di samping kegiatan di pinggir jalan dapat membahayakan diri sendiri kerena dapat terserempet kendaraan bermotor. Selain itu dapat merusak konsentrasi pengemudi atau pengendara kendaraan sehingga dapat membahayakan para penumpangnya," tegas Kapolres Bojonegoro Jumat lalu (23/12/2016). (ver/moha)

Berita Terkait

Videotorial

Video: Kapolres Bojonegoro Sampaikan Ucapan Selamat Natal 2020 dan Tahun Baru 2021

Videotorial

Video: Kapolres Bojonegoro Sampaikan Ucapan Selamat Natal 2020 dan Tahun Baru 2021

Kapolres Bojonegoro, AKBP Eva Guna Pandia SIK MM MH, beserta staf dan jajaran sampaikan ucapan Selamat Hari Natal 2020 dan ...

Berita Video

Heboh Seekor Buaya Muncul di Tengah Sawah di Temayang, Bojonegoro

Berita Video

Heboh Seekor Buaya Muncul di Tengah Sawah di Temayang, Bojonegoro

Bojonegoro - Seekor buaya air tawar (crocodylus novaeguinae) ditemukan di tengah sawah Desa Jono, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, ...

Teras

2020, di Bojonegoro Telah Terjadi 16 Kasus Orang Tersengat Listrik, Korban Jiwa 18 Orang

Peristiwa Orang Tersengat Listrik

2020, di Bojonegoro Telah Terjadi 16 Kasus Orang Tersengat Listrik, Korban Jiwa 18 Orang

Bojonegoro - Berdasarkan data yang di himpun media ini, bahwa sejak Januari 2020 hingga Rabu (14/10/2020) hari ini, di Kabupaen ...

Opini

Tuberkulosis, Sang Monster yang Mematikan

Opini

Tuberkulosis, Sang Monster yang Mematikan

SAYA kali ini mencoba membahas penyakit TBC. Apakah nanti COVID-19 ini akan menjadi penyakit TBC yang sudah ratusan tahun kita ...

Quote

Bagaimana Ucapan Idulfitri yang Benar Sesuai Sunah Rasulullah

Bagaimana Ucapan Idulfitri yang Benar Sesuai Sunah Rasulullah

Saat datangnya Hari Raya Idulfitri, sering kita liha atau dengar ucapan: "Mohon Maaf Lahir dan Batin, seolah-olah saat IdulfFitri hanya ...

Sosok

Cerita Yanuri, Seniman Kentrung asal Blora yang Sepi Tanggapan Selama Pandemi COVID-19

Cerita Yanuri, Seniman Kentrung asal Blora yang Sepi Tanggapan Selama Pandemi COVID-19

Blora - Namanya Yanuri Sutrisno (58), seniman Kentrung asal Desa Sedanggayam, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora. Tidak banyak anak muda yang ...

Eksis

Kisah 'Manusia Silver' di Tuban, Rela Main Petak Umpet Hindari Razia Aparat demi Menyambung Hidup

Kisah 'Manusia Silver' di Tuban, Rela Main Petak Umpet Hindari Razia Aparat demi Menyambung Hidup

Tuban - Pandemi COVID-19 yang tak kunjung usai, selain berdampak pada masalah kesehatan juga berdampak pada sektor ekonomi. Tak jarang ...

Berita Foto

Foto: Goa Janggut di Kawasan Hutan Ngorogunung, Bubulan, Bojonegoro

Berita Foto

Foto: Goa Janggut di Kawasan Hutan Ngorogunung, Bubulan, Bojonegoro

Bojonegoro - Goa Janggut memang masih belum banyak dikenal orang. Namun goa ini menyimpan keindahan berupa stalaktit dan stalagmit berusia ...

Feature

Menengok Keberhasilan Budidaya Jeruk Siam di Desa Tulungrejo, Trucuk, Bojonegoro

Menengok Keberhasilan Budidaya Jeruk Siam di Desa Tulungrejo, Trucuk, Bojonegoro

Bojonegoro - Desa Tulungrejo, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, selama ini lebih dikenal sebagai desa penghasil jambu air dan ...

Religi

Warga Muhammadiyah Kota Bojonegoro Gelar Salat Gerhana di Masjid At-Taqwa

Warga Muhammadiyah Kota Bojonegoro Gelar Salat Gerhana di Masjid At-Taqwa

Bojonegoro - Jemaah atau warga Muhammadiyah di Kota Bojonegoro, pada Rabu (26/05/2021) malam atau usai sala magrib, menggelar salat gerhana ...

Pelesir

Menengok Potensi Goa Lowo di Kawasan Hutan Desa Bobol, Kecamatan Sekar, Bojonegoro

Wisata Alam

Menengok Potensi Goa Lowo di Kawasan Hutan Desa Bobol, Kecamatan Sekar, Bojonegoro

Bojonegoro - Kabupaten Bojonegoro menyimpan potensi wisata alam yang luar biasa, salah satunya adalah Goa Lowo, yang berada di kawasan ...

Hiburan

Peringati Hari Kartini, Pelukis Perempuan Bojonegoro Gelar Pameran Lukisan

Peringati Hari Kartini, Pelukis Perempuan Bojonegoro Gelar Pameran Lukisan

Bojonegoro - Sebanyak 50 lukisan hasil karya seni 16 pelukis perempuan Bojonegoro dan 5 pelukis perempuan dari Solo, Surabaya, dan ...

Statistik

Hari ini

495 kunjungan

744 halaman dibuka

43 pengunjung online

Bulan ini

56.292 kunjungan

80.114 halaman dibuka

Tahun ini

565.619 kunjungan

796.716 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 1.038.101

Indonesia: 25.240

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015

1624505269.4573 at start, 1624505269.5905 at end, 0.13316202163696 sec elapsed