News Ticker
  • Pemprov Jatim Siapkan Langkah Antisipasi Ancaman Kekeringan Ekstrem
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 09 April 2026
  • 09 April dalam Sejarah
  • Kalender Jawa Hari Ini, Kamis 9 April 2026, Detail Weton Kamis Legi dan Jumlah Neptu 13
  • Pertamina Putus Hubungan Usaha Empat Pangkalan LPG Nakal di Bojonegoro
  • Kapolres Bojonegoro Tekankan Strategi Terukur dalam Evaluasi Keamanan Wilayah
  • Cek Tagihan BPJS Kesehatan Kini Semakin Mudah Lewat Berbagai Kanal Digital
  • Progres Baru 36 Persen, PSN Bendungan Karangnongko Berpotensi Molor
  • Hadapi Kemarau Panjang 2026, Pemkab Bojonegoro Siapkan Strategi untuk Petani
  • Terima Laporan Warga Kesulitan mendapatkan LPG 3 Kg, Gubernur Khofifah Pastikan Stok Aman
  • Kabel Listrik Tersangkut Truk, Papan Reklame dan Tiang PLN di Jembatan Glendeng, Bojonegoro Roboh
  • Dari Sampah Menjadi Harapan: Gerakan Warga Ngumpakdalem Ubah Limbah Jadi Nilai Ekonomi
  • Dari GOR Dolokgede, Semangat Kompetisi Pelajar Bojonegoro Digelorakan Mannah Cup 2026
  • Perkiraan Cuaca Rsbu, 08 April 2026
  • Tahukah Anda ?
  • Pertagas Hijaukan Enam Wilayah Operasi Melalui Penanaman 4.300 Pohon
  • Bayi Baru Lahir Belum Otomatis Aktif BPJS Kesehatan: Masih Wajib Daftar
  • Kemenhaj Bojonegoro Bekali Ratusan Karu dan Karom Jelang Keberangkatan Haji 2026
  • Dukung Kebijakan Bike to Work Pemkab Bojonegoro, Guru SMPN 1 Kasiman Pilih Lari ke Sekolah
  • Kejar Predikat WBK 2026, Pemkab Bojonegoro Siapkan Dinas Dukcapil dan RSUD Sumberrejo
  • Truk Tabrak Pohon di Bubulan, Bojonegoro, Pengemudi Truk Luka-Luka
  • GOW Bojonegoro Perkuat Sinergi, Perempuan Jadi Motor Penggerak Pendidikan dan Ketahanan Pangan
  • Jatim Siapkan Mitigasi Krisis Energi dan Pangan di Tengah Eskalasi Konflik Timur Tengah
  • Tekan Angka Diabetes, BPOM Resmi Sahkan Label ‘Nutri-Level’ pada Pangan Olahan
Membaca Fenomena "Om Telolet Om" yang Mendunia

Cacatan Akhir Tahun 2016

Membaca Fenomena "Om Telolet Om" yang Mendunia

Oleh Vera Astanti

SEKUMPULAN remaja dan anak-anak berdiri di pinggir jalan sambil membawa selembar kertas. Mereka begitu gembira. Lebih girang lagi ketika mereka melihat ada bus berjalan mendekat yang akan lewat di hadapan mereka.

Mereka bersiap. Sebagian mengangkat kertas dan memamerkannya ke bus. Yang lain ada yang sibuk dengan kamera. Ada yang berdiri sambil kepala mereka nengok kek arah bus akan datang. Ketika bus tersebut mulai mendekat, mereka berteriak sekuat tenaga mengucapkan teks pada kertas yang mereka bawa, "Om Telolet Om".

Iya, Om Telolet Om

Tiga kata ini menjadi tranding topik di beragam media sosial belakangan ini. Bahkan di twitter kata Om Telolet Om menjadi trending topik dunia. Tidak hanya orang Indonesia saja, tetapi orang luar juga penasaran dengan kata ini. 'What is mean om telolet om' cuit mereka di twitter. Bahkan, para DJ sampai membuat aransemen musik telolet. Dengan kemunculan para DJ ini, kata 'Om Telolet Om' semakin meluas dan menjadi demam baru. Sampai eksklusif berita tersebut tayang di televisi.

Sehingga kita tidak bakal merasa aneh ketika menemui anak-anak di lampu merah dan berteriak 'om telolet om' pada kendaraan yang lewat. Hal-hal sederhana seperti klakson bus 'telolet' tersebut menjadi bentuk hiburan tersendiri bagi mereka. Lihat saja beberapa video hasil rekaman berburu telolet tersebut. Adakah anak yang tidak gembira?

Sedang mereka terlihat bersorak, menari-nari ketika bus yang lewat di depan mereka membunyikan teloletnya. Bahagia sesederhana itu saja. Yang barangkali tidak akan pernah terpikirkan oleh mereka bahwa kesenangan mereka akan menjadi sebuah konspirasi politik. Beberapa tokoh politik tidak melewatkan kesempatan tersebut. Yang tentu saja, anak-anak itu tidak akan peduli. Mereka lebih senang berada di pinggir jalan dan menanti kedatangan "pacar bus" mereka di sana. Mereka merekam dan menguploadnya. Segitu saja, tidak ada hubungan untuk pedangkalan akidah atau semacamnya. Menyemarakkan dunia iya!

Bukan hanya anak-anak seperti mereka, bahkan polisi juga ada yang sampai larut dalam demam telolet ini. Terbukti dengan beredarnya video polisi dan polwan cantik di youtube. Om Telolet Om! 

Jauh sebelum kalimat Om Telolet Om itu menjadi viral seperti sekarang, beritabojonegoro.com (BBC) pernah memberitakan komunitas pecinta bus ini. Komunitas yang hobi merekam suara klakson bus ini telah ada sejak beberapa bulan lalu di Bojonegoro. Hasil rekaman itu kemudian mereka upload ke youtube atau akun media sosialnya. Itu saja.

Kita tahu, tentu saja itu hanyalah hobi belaka. Kini, setelah fenomena om telolet om mewabah, ternyata muncul suara-suara yang menyebutkan fenomena Om Telolet Om itu ajakan Yahudi dan lain sebagainya.

Kesenangan anak-anak untuk menikmati suara klakson bus dari Om Sopir ini dikaitkan dengan kata kafir dan yahudi. Sesensitif itukah kita terhadap yahudi dan kafir? Sehingga semuanya harus selalu dihubung-hubungkan?

Baca Cerita Anak-Anak Pemburu Telolet di Bojonegoro

Lantas apakah berburu telolet itu dilarang? Tidak ada yang melarang memang, tetapi keselamatan perlu diperhatikan. Seorang sopir pernah bercerita bahwa dirinya sangat kaget ketika ada seorang anak yang melompat di depan kendaraannya. Dia tentu aja harus menginjak rem kuat-kuat. Tanpa rasa bersalah anak itu meneriakkan om telolet om.

Tindakan yang tanpa pikir panjang itu tentu saja berpotensi membahayakan keselamatan banyak orang. Bukan hanya pemburu telolet, tetapi juga awak bus dan penumpang di dalamnya serta pengguna jalan yang lain. Kebanyakan anak-anak yang hanya mengikuti tren ini, bahkan masih usia SD. Saya pernah menemui mereka di perempatan Makam Mojokampung di hari om telolet berapa hari lalu, Selasa (20/12/2016) sekitar pukul 20.00 WIB.

Anak-anak yang seharusnya berada di rumah untuk belajar tersebut, sedang berdiri di perempatan sambil berteriak 'Om Telolet Om' pada setiap kendaraan roda empat atau lebih yang lewat di Jalan Basuki Rahmad tersebut. Mereka masih kecil, masih SD. Pertanyaan saya, kemanakah orangtuanya? 

Menyikapi fenomena Om telolet Om yang mendunia ini, Kapolres Bojonegoro bahkan memberikan imbauan khusus. "Untuk anak - anak dan masyarakat tidak usah mengikuti hal hal yang tidak bermanfaat. Di samping kegiatan di pinggir jalan dapat membahayakan diri sendiri kerena dapat terserempet kendaraan bermotor. Selain itu dapat merusak konsentrasi pengemudi atau pengendara kendaraan sehingga dapat membahayakan para penumpangnya," tegas Kapolres Bojonegoro Jumat lalu (23/12/2016). (ver/moha)

Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark (PIGG) Bojonegoro, yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, Bojonegoro, ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka?

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka?

Surabaya - Ketegangan perang dagang (trade war) antara Amerika Serikat dan China kembali memanas pada tahun 2025. Situasi ini seperti ...

Sosok

Pratikno, di Mata Mantan Bupati Bojonegoro, Kang Yoto

Sosok

Pratikno, di Mata Mantan Bupati Bojonegoro, Kang Yoto

Bojonegoro - Salah satu putra terbaik asal Bojonegoro, Prof Dr Pratikno MSoc Sc, pada Minggu malam (20/10/2024) kembali dipilih menjadi ...

Eksis

Latihan Serius Berujung Manis, Nyafica Juarai Lomba Bertutur tentang Nilai Hidup Orang Samin

Latihan Serius Berujung Manis, Nyafica Juarai Lomba Bertutur tentang Nilai Hidup Orang Samin

Bojonegoro - Pemkab Bojonegoro menggelar Lomba Bertutur tingkat Kabupaten. Lomba ini berakhir pada Jumat (31/10/2025) kemarin. Sepuluh finalis bersaing memperebutkan ...

Infotorial

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

Bojonegoro - Sepanjang 2025, produksi minyak Blok Cepu kembali melampaui target pemerintah. ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), sebagai operator salah satu ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

Hiburan

Meriahkan Ulang Tahun ke-30, BPR Bojonegoro Bakal Hadirkan Band Ungu

Meriahkan Ulang Tahun ke-30, BPR Bojonegoro Bakal Hadirkan Band Ungu

Bojonegoro - PT BPR Bank Daerah Bojonegoro (Perseroda) melakukan terobosan besar dalam memperingati hari jadinya yang ke-30 dengan berencana menghadirkan ...

1775709164.2595 at start, 1775709164.7397 at end, 0.4801971912384 sec elapsed