Air Sungai Bengawan Solo di Bawah Jembatan Glendeng Tercemar Berat
Rabu, 04 Mei 2016 17:00 WIBOleh Vera Astanti
Oleh Vera Astanti
Kota – Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bojonegoro menyatakan bahwa air sungai Bengawan Solo di bawah jembatan Glendeng tercemar berat. Jembatan Glendeng tersebut mempertemukan Kecamatan Kota Bojonegoro dan Kecamatan Soko Kabupaten Tuban.
Sebagaimana yang ditulis beritabojonegoro.com (BBC) sebelumnya, bahwa air Bengawan Solo di kawasan Bojonegoro sudah tercemar. Hasil laboratorium BLH Bojonegoro dari sampel air di tiga lokasi di Bengawan Solo dinyatakan tercemar. Tiga lokasi ini yaitu Jembatan Padangan, Bendungan Gerak dan Jembatan Glendeng.
Baca Hasil Uji Lab, Air Bengawan Solo Tercemar
Kabid Pengkajian dan Laboratorium BLH Bojonegoro Hery Susanto mengatakan, dari tiga lokasi itu, air di Jembatan Padangan dan Bendungan Gerak menunjukkan pencemaran kategori sedang. Sedangkan di Jembatan Glendeng masuk kriteria pencemaran berat.
"Setelah dilakukan pegujian secara periodik, dapat ditarik diukur menggunakan skor. Skor inilah yang nanti menentukan status mutu air," terang Hery Susanto kepada BBC, Rabu (04/05).
Dari 13 parameter yang diujikan, ada 4 yang melebihi baku mutu. Parameter yang tidak memenuhi baku mutu antara lain adalah TSS, BOD, COD, DO dan kandungan H2S.
Pencemaran ini, lanjut Hery, kemungkinan disebabkan tiga hal, yaitu pencemaran dari limbah rumah tangga, limbah industri dan limbah pertanian atau perkebunan.
"Empat parameter yang melebihi angka baku mutu, sangat erat akibat dari kegiatan manusia. Paling besar disebabkan oleh sampah atau limbah industri yang dibuang ke sungai," pungkasnya. (ver/moha)











































.md.jpg)






